Lokakarya Gernastastaka Sesi 3

Oleh : Nahayati
Tugas MIN 13 Jakarta
Email : min13jaktim.nahayati@gmail.com
MIN 13 Jakarta Timur terus berupaya membantu program Pemerintah dalam Gerakan Nasional Memberantas Buta Matematika (Gernas.tastaka). Gerakan Nasional ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas para pendidik yang  mengajar di MIN 13, apabila gurunya hebat maka peserta didiknya juga semakin hebat.
Gernastastaka ini masih dipandu oleh para narasumber yang terdiri dari :
  1. Dhitta Putri Saraswati, M.Ed
  2. Woro Kris Retno Sejati, S.Pd
  3. Devi Heryanti, S.Pd
  4. Hana Sofyana, S.Pd
  5. Jefry Saputra, S.Pd
  6. Susi Dariah, S.Pd
Gernastastaka kali ini sudah memasuki Sesi ke 3 dengan menyampaikan materi-materi sebagai berikut ::
  •  Penalaran Spatial
  • Implementasi tahap pembelajaran geometri  Van Hiele
  • Pemecahan masalah kemudian merancang pembelajaran geometri menggunakan tahapan Van Hiele
 
Penalaran Spatial adalah kemampuan untuk melihat dan memahami dua atau lebih objek dalam hubungannya satu sama lain dan pisisi seseorang dalam hal ruang dan jarak. Ini juga melibatkan pemahaman tentang hubungan objek ketika ada perubahan posisi, termasuk ketika objek diputar.
(National Research Council 2000)
 
Contoh :
Seorang guru menyediakan 10 batang korek api atau Stik Es Krim. Dari media ini siswa disuruh untuk membuat bentuk atau bangun datar segitiga. Dari proses yang mereka lakukan maka hasilnya akan berbeda-beda bentuk segitiganya. Bagi siswa yang mempunyai kemampuan Spatial yang baik, maka bentuk segitiga yang ada bisa diubah-ubah ke bentuk yang lain sesuai keinginannnya.
Jika kemampuan penalaran siswa bagus maka akan dapat menyebutkan dan merngubah bentuk yang sudah ada ke bentukyang lain. Kemampuan spatial yang baik juga memudahkan seseorang dalam pengukuran.
Dalam lokakarya ini banyak menggunakan media berupa potongan kertas berbentuk bangun datar yang akan digunakan untuk bermain tangram dan juga sedotan yang berwarna warni.
Pada sesi berikutnya adalah
Van Hiele adalah seorang guru matematika bangsa Belanda yang mengadakan penelitian dalam bidang geometri
Van Hiele dalam teorinya menyatakan bahwa  seseorang dalam belajar geometri akan mengikuti 5 tahap perkembangan berpikir yaitu :
1. Tahap Visualisasi
2. Tahap Analisis
3. Tahap Deduksi Informasi
4. Tahap Deduksi
5. Rigor
Tahap Visualisasi adalah tahap penggenalan konsep-konsep  geometri dalam matematika yang didasarkan pada karakteristik visual atau penampakan bentuk.
Tahap Analisis adalah tahap mengakui dan dapat mencirikan bentuk-bentuk bangun geometri berdasarkan sifat-sifatnya.
Tahap Deduksi Informal dikenal dengan tahap abstrak. Pada tahap ini siswa sudah dapat melihat hubungan sifat-sifat dalam suatu bangun dan menemukan sifat-sifat dari kumpulan bangun.
Ragor adalah tahap dimana siswa dapat bernalar secara formal dalam sistem matematika, dan dapat mengkaji geometri tanpa referensi model-model.
Contoh Tahapan Pembelajaran Geometri Van Hiele:
1. Information
  • Membentuk segitiga menggunakan tangan
  • Cari benda sekitar yang mirip segitiga
2. Directed Orientation
  • Siswa diminta membentuk segitiga dengan menggunakan sedotan
  • Menggambarkan bangun datar yang terbentuk di kertas
  • Menamakan nmasing-masing segitiga
3. Explicitation
  • Mendiskusikan segitiga-segitiga yang terbentuk, membahas sifat-sifatnya
  • Membandingkan segitiga yang satu dengan yang lainnya.
  • Siswa diberikan tantangan untuk membentuk segitiga sama sisi dengan menggunakan stik es krim.
  • Lalu memindahkan beberapa beberapa stick untuk membentuk segitiga baru.
5. Integration
  • Guru dan siswa bersama-sama membuat rangkuman tentang setiap jenis segitiga
  • Guru memberikan pertanyaan yang bertujuan untuk memastikan pemahaman siswa benar-benar tepat.
Pada sesi terakhir kami memecahkan masalalah
Kami membuat bentuk bangun datar dari jaring-jaring yang sudah dipersiapkan

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below