PENCEGAHAN KANKER SERVIKS PADA ANAK

Penulis : SULISTYA ANDRIANI, S.Pd.I

Tugas : Guru MIN 13 Jakarta Timur

Email : min13jaktim.andri@gmail.com

 

Vaksin merupakan kata yang sudah tidak asing lagi bagi kita di bidang kesehatan, baik kalangan masyarakat awam maupun yang berpendidikan. Apalagi dengan adanya sosial media, orang bisa lebih mudah memperoleh berita tentang vaksin dan manfaatnya.

Tubuh manusia memiliki kekebalan terhadap jenis bakteri atau virus tertentu berupa antibody atau zat kekebalan tubuh yang didapatkannya secara alamiah saat masih berada di dalam kandungan sang ibu. Beberapa waktu setelah bayi lahir, zat kekebalan tubuh ini berangsur-angsur akan hilang karena terputusnya asupan gizi dari dalam kandungan sang ibu sehingga rentan terhadap segala bentuk penyakit. Oleh karena itu, vaksin sangat dibutuhkan sebagai bentuk perlindungan tubuh manusia terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus tertentu. Vaksin bisa diberikan melalui suntikan, oral, ataupun semprot untuk menghasilkan sistem imunitas atau kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu.

Baru – baru ini tepatnya hari Rabu, tanggal  14 November 2018 diadakan pemberian vaksin HPV di MIN 13 Jakarta Timur yang dilakukan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas. Pemberian vaksin HPV ini khusus bagi peserta didik perempuan kelas V dan VI yang orangtuanya mengizinkan.

Apakah vaksin HPV itu ? Vaksin HPV adalah salah satu cara pencegahan yang paling efektif terjadinya infeksi virus HPV (human papillomavirus) kepada kalangan perempuan sedini mungkin sebelum masanya mengenal dan melakukan hubungan seksual. Infeksi virus HPV dapat menyebabkan terjadinya kanker pada perempuan antara lain kanker serviks, vulva, vagina, dan anus. HPV juga dapat menyebabkan kanker pada bagian belakang tenggorokan, pangkal lidah, dan amandel yang disebut juga kanker orofaring.

Pemberian vaksin HPV dimulai pada perempuan usia 9 – 13 tahun dan diberikan sebanyak dua kali. Vaksinasi yang diberikan pada rentang usia tersebut dinilai paling efektif karena pada masa ini tubuh memberikan proteksi respon imun yang lebih baik dibandingkan usia diatasnya. Keengganan orangtua untuk mengizinkan anaknya diberikan vaksinasi karena adanya kepanikan akibat efek samping yang ditimbulkan vaksin terhadap sang anak.

Ada beberapa efek samping yang terjadi saat diberikannya vaksin HPV yaitu salah satunya terjadinya ‘syincope’ ( kondisi pingsan sesaat ) yang mungkin dialami oleh sang anak. Kondisi ini tidak berbahaya karena dihubungkan dengan adanya rasa takut anak ketika akan menerima suntikan dan bersifat sementara. Kemungkinan efek samping lain yang dirasakan sang anak adalah kepala pusing atau panas tubuh tinggi. Jika hal ini terjadi, sesungguhnya badan anak tersebut sedang bereaksi dengan antibodinya dan bisa ditanggulangi dengan obat penurun panas biasa.

Vaksinasi HPV dianjurkan karena manfaatnya jauh lebih besar bagi perempuan. Keputusan kesehatan adalah hal pribadi, dan setiap orang harus membuat pilihan yang tepat bagi mereka dan keluarganya. Penting untuk diingat bahwa memilih untuk tidak melakukan vaksinasi, tidak akan membebaskan anda dari resiko terjangkitnya jenis penyakit tertentu. Jadi silakan anda yang berhak menentukan keputusannya. Semoga bermanfaat bagi kita semua

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below