Mutiara Keikhlasan

Oleh : Yati Sumiati

Email : yati.sumiyati1967@gmail.com

Tugas : MIN 13 Jakarta

 

Ketika kita membantu seseorang dan orang itu tidak pernah mengucapkan terima kasih, sering pada akhirnya dalam dada kita ada suara ” sudah dibantu kok tidak terima kasih terlalu”.
Ya Allah mengajarkan kepada kita , jika kita ingin amal ibadah kita diterima kuncinya adalah kita melakukan semua itu karena Allah semata.
Sebuah pekerjaan yang dilakukan karena Allah SWT, ketika seseorang yang telah kita bantu, kita tolong, tidak mengucapkan terima kasih maka hati kita terasa nyaman saja.
Amalan sebesar biji dzarahpun Allah sudah jamin akan dibalas dengan limpahan pahala yang tiada bandingannya akan dinikmati di Syurga Allah SWT.
Jiwa kita akan terasa sesak, akan terasa sakit jika semua perbuatan kita hanya didasari oleh ketidakenakan pada atasan, oleh eratnya persaudaraan, akrabnya persahabatan. Ya Allah tidak akan menerima perbuatan baik kita jika tidak disandarkan oleh suatu keikhlasan yang hakiki.
” Silahkan ambil olehmu kebaikan yang telah engkau lakukan karena kepatuhanmu kepada atasanmu minta pada dia jangan padaKu”, seorang suami bersikap baik kepada istri karena ada mertua berarti belum ikhlas, seorang istri melayani suami karena uangnya sedang banyak ,jika uangnya sedikit tidak maka itupun bukan kebaikan yang didasari oleh keikhlasan.
Ya keikhlasan adalah bagaikan mutiara yang terpendam kuat  di dada orang – orang yang senantiasa melakukan sesuatu murni hanya karena Allah SWT, bukan karena takut dengan siapapun. Keikhlasan yang tertanam kuat , dan dilatih melalui pembiasaan setiap waktu akan menghasilkan karakter keikhlasan Akhlakul Karimah.
Manusia yang sudah menjalani hidup ikhlas karena Allah terlihat dari ketekunannya menjalankan ibadah ,ketika adzan terdengar tubuhnya akan terasa ringan untuk bergerak menuju tempat wudhu ya keikhlasannya diatur oleh sang pencipta sudah menciptakan energi positif . Ketika Allah memberikan ujian yang tidak menyenangkan dia jadikan jalan kenikmatan untuk semakin dekat , dekat, dan dekat kepada sang maha penyayang.
Keikhlasan mudah – mudahan tertanam kuat dalam dada kita sehingga ketika melakukan apapun kita akan bergumam ” Ya Robb ini untukMU” .
Selamat berjuang meniti detik-detik detik, menit-menit , hari-hari yang tersisa untuk mengasah rasa keikhlasan lebih tajam, lebih kokoh di dada kita karena keikhlasan adalah mutiara hidup kita.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below