Kesabaran Berbuah Kebahagiaan

Oleh : Yati Sumiati

Email : yati.sumiyati1967@gmail.com

Tugas : MIN 13 Jakarta

 

Teringat olehku saat seorang siswa kelasku beberapa bulan yang lalu mengatakan ” Ibu aku kesal banget gak jadi juara”. ” Biasa saja nak ada saatnya kita menang dan ada saatnya kita kalah”, jawabku pendek.
Sebagai manusia kita memiliki rasa sedih, bahagia, suka, marah, kecewa dan berbagai macam rasa lainnya. Rasa itu ada pada setiap manusia dari bayi, balita, anak, remaja, dewasa, dan manula. Rasa itu adalah fitrah insani yang Allah anugerahkan sebagai suatu perlengkapan yang harus dimiliki dalam menjalani proses kehidupan.
Di sisi lain perasaan – perasaan hati itu harus diarahkan, dibimbing, diberikan energi yang positif agar berkembang dengan baik dan menghasilkan manfaat bagi proses kehidupan individu dan kelompok sosial masyarakat.
Rasa resah ,kecewa yang dialami oleh Reihan saat tidak menjadi juara dalam lomba karate , merupakan naluri manusia yang tidak boleh diacuhkan harus diarahkan secara positif. Secara perlahan tetapi pasti saya mencoba mengajaknya bicara bahwa tidak juara adalah kesuksesan yang tertunda.
Dengan pendekatan yang terus menerus dan motivasi untuk berlatih terus pada akhirnya menghasilkan sesuatu yang indah.
Tepat jam 18.01 , 28 Oktober 2018 saya mendapatkan kiriman foto Reihan meraih 2 medali, 1 medali emas , dan 1 medali perunggu.
Keberhasilan Reihan adalah sesuatu proses pembelajaran baginya ketika kesabaran menjadi kunci untuk meraih kebahagiaan

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below