AUSTRALIA, AKU, DAN MADRASAH

JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA

Aku adalah seorang abdi Madrasah. Pengabdianku terhadap madrasah yang hanya seujung kuku sudah kujalani selama lebih kurang 19 tahun. Dari 19 tahun menjadi abdi madrasah, hampir 13 tahun kuhabiskan di beberapa madrasah negeri yang memiliki sarana prasarana yang lebih dari cukup alias nyaris sempurna. Tak pernah terlihat dan terfikirkan olehku bahwa nun ratusan dan ribuan kilometer dari tempat pengabdianku berserakan madrasah yang hidupnya senin kamis. Alangkah jahatnya aku sebagai seorang abdi madrasah yang mengabaikan hal ini. Dan alangkah tersinggungnya aku ternyata yang memberi perhatian kepada madrasah yang hidupnya senin kamis adalah Australi. Kemana Aku? Kemana Saudaraku Seiman? Kemana Kementrian yang berwenang? Dan yang terakhir, kemana Negaraku? Entahlah…..

Ya tepat di 14 tahun pengabdianku, aku berkenalan dengan Australi yang mengajakku untuk bergabung mengubah image madrasah senin kamis menjadi madrasah yang laris manis dan dinamis. Awal tawaran sempat terfikirkan kalau hibah yang diberikan oleh Australi ada factor X-nya (ups bersuudzon sikit). Tetapi setelah berkenalan dan bercengkrama bahkan bermesraan dengan Australi, prasangka yang terfikirkan hilang dengan sendirinya. Yang ada padaku untukmu Australi hanyalah kekaguman dan rasa terima kasih yang tak terhingga. Semoga Tuhan akan sealu membuka hatimu untuk memperhatikan kemajuan kami Keluarga Besar Madrasah.

Kemesraanku bersama Australi tersebut terbungkus dalam sebuah ikatan yang disebut peningkatan mutu madrasah melalui percepatan akreditasi. Ada delapan surat cinta yang tersusun dalam 8 modul untuk ikatan peningkatan mutu madrasah tersebut. 8 modul tersebut berhubungan dengan 8 Standar Nasional Pendidikan yang diatur dalam regulasi Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yaitu Standar Isi,Standar Proses, Standar SKL, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Pengelolaan, Standar Sarana Prasarana, Standar Penilaian, dan Standar Pembiayaan. Dan 8 SNP inilah yang menjadi tolak ukur untuk menentukan bermutunya sebuah satuan pendidikan yang pengukurannya dilakukan melalui proses Akreditasi Sekolah-Madrasah. Dari hasil akreditasi inilah Australi memberikan hibah kepada madrasah di Indonesia. Menurut penelitian dan evaluasi Australi terhadap mutu pendidikan Indonesia terutama mutu madrasah, ditarik suatu kesimpulan bahwa banyak madrasah di bumi nusantara ini jika diukur melalui akreditasi akan masuk kategori “tidak terakreditasi” (sungguh kasihan).

Dari simpulan diatas aku sebagai abdi madrasah tersadar dan terhenyak dan berkata di dalam hati, begitu besarnya perhatian Australi terhadap Madrasah. Terpatri dalam hatiku, “Well Australi, I am ready to be your partner to my madrasah better than before. I love you full Australi YY

 

PERHATIAN DAN CINTA AUSTRALI

Ikatan yang dijalin oleh Australi ini kalau di mirip-miripkan dengan sebuah acara di televisi swasta persis seperti acara “Bedah Rumah”. Aku dan beberapa teman menyebut ikatan ini menjadi “Bedah Madrasah”. Dan ternyata ikatan ini adalah ikatan yang ke tiga kalinya. Untuk yang pertama dan kedua, perhatian dan cinta Australi ditujukan kepada wilayah Indonesia bagian timur. Di ikatan ketiga ini masuklah beberapa propinsi yang berada di bagian barat dan tengah. Salah satunya adalah my lovely region, Riau.

Sebagai langkah awal dari ikatan ini,  Australi menyasar beberapa kabupaten di Riau yang menurut data dari sumber yang dianggap akurat termasuk daerah yang memilki banyak madrasah tetapi madrasahnya banyak yang senin kamis. Akhirnya terpetakanlah beberapa madrasah yang akan menjadi sasaran cinta Australi di kabupaten Indragiri Hilir, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir. Masing-masing kabupaten mendapatjatah 37 untuk Indragiri Hilir, 12 untuk Rokan Hulu, dan 23 untuk Rokan Hilir.

Untuk mewujudkan ikatan cinta ini, Australi mencari beberapa orang master trainer, mentor, dan trainer. Tentu saja terlebih dahulu Australi membentuk sebuah badan yang independen untuk mengatur dan memantau ikatan cinta ini. Badan tersebut adalah yang diberi nama SNIP (Sub Nasional Implementing Partner) yang merupakan perpanjangan tangan dalam mensukseskan KPAI (Kemitraan Pendidikan Australia Indonesia).

Aku ditunjuk Australi menjadi salah seorang master trainer yang membedah kurikulum. Australi mengajakku untuk berkenalan lebih dekat melalui TOT di Surabaya. Perkenalan itu berlangsung selama 5 hari. Setelah 5 hari bersama, saatnya untuk beraksi di lapangan. Menularkan apa yang diperoleh selama 5 hari di Surabaya itulah tugasku. Intinya aku menjadi seorang pengedar informasi tentang kurkulum kepada para mentor, trainer rekrutan SNIP, dan yang utama adalah menjadi pengedar informasi kepada teman-teman guru di madrasah sasaran program kerjasama atau ikatan ini.

Target pertama dalam penularan ini adalah para mentoring. Karena para mentoring ini adalah ujung tombak dalam ikatan ini. Para mentor terjun langsung mendampingi setiap madrasah untuk melengkapi dan memantau kesiapan dalam memenuhi delapan standar nasional pendidikan. Oleh karena itu seorang mentor diberi pemahaman terlebih dahulu tentang materi-materi 8 standar nasional pendidikan tersebut.

Setelah mentor, beberapa orang trainer yang terpilih adalah menjadi target penularan selanjutnya. Target terakhir dan yang utama adalah madrasah sasaran cinta Australi. Banyak cerita suka dan duka yang kualami dalam penularan materi pada target utama.

 

PERJALANAN CINTAKU BERSAMA AUSTRALI

Sungguh menjadi kenangan yang indah dan tak terlupakan ikatan cinta yang terjalin antara aku dan Australi. Walaupun hanya cinta sesaat (setahun saja kontraknya) tapi rasanya sampai sekarang masih melekat seperti rasa coklat. Jika Australi masih rindu untuk kembali merajut cinta dengan ku, dengan senang hati dan tangan terbentang ku dekap erat dirinya.

Perjalanan cinta yang penuh dengan cerita suka dan juga cerita duka telah kualami bersama. Bagiku lebih banyak ku mendapatkan suka daripada duka dalam perjalanan cintaku ini. Sehingga sah-sah saja jika teman-teman ada yang merasa iri dengan kemesraan ini. Namun yang mereka lihat dan sangka tak seperti yang mereka bayangkan. Jika kuceritakan yang dukanya belum tentu mereka mau untuk merajut cinta dengan Australi ini. Biarlah hanya Aku, Australi, dan Tuhan yang tahu suka duka perjalanan cinta ini. Semoga semua ini menjadi amal jariyah ku.

Cerita suka yang dapat kubagi adalah bertambahnya saudara dan rasa syukur yang kuperoleh dari ikatan ini. Disamping itu, aku mengenal kebudayaan dari daerah setempat. Yang paling utama adalah aku sangat menikmati wisata kuliner yang disajikan oleh saudara baruku dan juga kuliner yang kuperoleh dari dompetku sendiri. Jika tidak dengan Australi, mungkin aku takkan pernah sampai ke pelosok daerah di negeri asalku. Australilah yang membuatku mengenal pelosok negeriku yang ternyata sebagian besar dari mereka hidup hanya dengan semangat dan keikhlasan. Semangat dalam mencerdaskan generasi Islam dan ikhlas mengorbankan harta benda, waktu, dan tenaga untuk madrasah dan kecerdasan umat. Tak pernah terbayangkan olehku yang terbiasa mendidik dan mengajar dengan fasilitas serba ada, ternyata saudaraku di pelosok ini mengajar dan mendidik penuh dengan fasilitas yang jauh dari sederhana alias minim. Jangankan menggunakan tape recorder untuk pelajaran listening, listrik saja tak dapat mereka nikmati di siang hari. Jangankan menggunakan bahan praktikum, ruang dan sarana untuk praktikum mereka tak punya. Jangankan membaca koleksi perpustakaan, ruang pustaka dan buku koleksi pustakanya entah berada dimana. Jangankan merasakan AC di ruangan yang nyaman, dinding madrasah yang bolong dan tak berjendela tak sanggup mereka memperbaikinya. Bahkan ada madrasah yang keadaanya tak lebih baik dari sebuah kandang di peternakan pada sebuah kota. Demi melihat kekurangan dan keterbatasan ini, rasa syukur dan terima kasihku kepada Allah muncul. Disamping itu rasa heranku terhadap perhatian pemerintah setempat, pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat muncul dan dalam hati ku berkata, “Tidakkah mereka tahu akan keadaan ini? Kenapa Australi yang memberikan perhatian seperti ini?”. Sekali lagi jawabannya ENTAHLAAAAAAH.

Tak banyak cerita duka yang kudapat dari perjalanan ke pelosok negeri tersebut. Walaupun banyak tetap aku mengatakannya tidak banyak. Karena semuanya really MY TRIP MY ADVENTURE kata sebuah program di televise swasta. I really enjoyed every single minute on the journey. Kalaupun ada cerita duka,hanya berupa kecelakaan kecil dan ketidaknyamanan dalam perjalanan saja. Dimana kami pernah terjatuh dari motor dikarenakan medan yang berat, aku harus melakukan perjalanan di tengah malam buta, aku harus naik turun perahu mesin dan bertemu buaya dalam perjalan, aku harus meninggalkan si buah hati dan si buah kuldi untuk beberapa hari dan MCK yang kurang layak untuk kehidupan masyarakat kota.

Semua ini tak menyurutkan langkahku untuk membantu madrasah, membuat madrasah bermutu sesuai dengan program yang menjadi tujuan Australi. Meskipun sagu hati yang didapat tidak seberapa, tapi aku mendapatkan kepuasan, pengalaman dan ilmu yang luar biasa yang mungkin tak kan pernah ku dapat selain dengan Australi. Sungguh nikmat Tuhan yang manalagi yang akan ku dustai? Semoga aku selalu pandai bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepadaku, baik kebahagiaan maupun kesulitan.  Sekali lagi I LOVE YOU AUSTRALI dan I LOVE MADRASAH YYY

 

TAMPARAN BAGI ABDI MADRASAH TERHADAP CINTA AUSTRALI UNTUK  MADRASAH

Setelah berakhirnya ikatan cinta ini, aku merasakan kesedihan dan kehilangan yang teramat sangat. Beberapa pertanyaan berkelebat di dalam kepalaku. Akankah madrasah yang menjadi sasaran akan terus bertahan tanpa bantuan Australi? Akankah pemerintah setempat atau masyarakat setempat memperhatikan madrasah tersebut? Atau akankah kementrian agama masih berkeinginan memantaunya? Dan mungkinkah aku akan membantu mereka tanpa perhatian Australi? Kesekian kali jawabannya ENTAHLAAAAAAAAAH … – (Mery Novikawati – MAN 2 Pekanbaru)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below