Bisikan hati seorang guru

Murid ku tau kah kalian apa yang di harapkan dari seorang guru kepada murid-muridnya ?
Pagi-pagi  dia sudah bangun untuk mempersiapkan keluarga nya karena mereka harus meninggalkan keluarga hampir sehari penuh.
Dia berangkat dengan senang hati karena nanti akan bertemu dengan murid-muridnya.
Kenapa sang guru senang bertemu dengan murid-muridnya ? Siapa mereka, anak bukan, saudara bukan.
Ya kalian memang bukan siapa-siapa , tapi tau kah kalian bahwa kami mencintai kalian tulus, kami tidak rela jika kalian berbuat yang melanggar hukum, kami ingin kalian semua sukses, semua berhasil.Jika kami sering marah itu karena kami sayang.
Ilmu yang kami berikan itu mempunyai tujuan, agar dapat menjadi penerang langkah kalian ke depan.
Murid ku guru bukan gila hormat, tapi bukankah sudah sepantasnya kalian menghormati mereka yang telah mendidik kalian, yang telah mengantarkan kalian ke tempat yang terang, guru adalah orang tua kedua setelah orang tua kalian di rumah.
Walau kami menerima imbalan itu adalah hanya suatu sunnatulaah kalau kita bekerja akan memperoleh imbalan, tetapi imbalan terpenting adalah agar ilmu yang kami berikan dapat bermanfaat sehingga menjadi amal jariyah jika kelak takdir sudah memisahkan kita.
Tak sanggup ibu menahan air mata saat menuliskan ini, air mata apa? Ibu pun tidak tau yang jelas air itu keluar dengan sendirinya.
Ibu ucapkan selamat berjuang dan sukses selalu untuk kalian…siapapun murid ibu…dimanapun kalian berada.Semoga kalian menjadi manusia berguna dan tercapai cita-cita kalian. – Ibu Sri Wuryaningsihn (Honorer MTsN 33)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below